Langsung ke konten utama

Postingan

Menampilkan postingan dari 2026

Kemuliaan Kota Makkah

  Kota Makkah Al Mukarramah yang terletak di Jazirah Arab ini merupakan tempat terbaik di muka bumi, negeri yang paling dicintai Allah s.w.t. Makkah tempat kelahiran Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam, beliau tumbuh besar di sana hingga dewasa. Di kota ini turun wahyu pertama kepada sang Nabi melalui perantara malaikat Jibril kepadanya di Gua Hira. Cahaya Islam-pun bermula terpancar dari Makkah Al Mukarramah, lalu tersebar ke seluruh penjuru dunia. Allah s.w.t. berfirman, وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكٞ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَاۚ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ وَهُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ “Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya, dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luarnya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat t...

Hukum Ucapan Selamat pada Acara Ritual Perayaan Non Muslim

  Sehubungan dengan pembahasan “Mengucapkan Selamat pada Acara Ritual Perayaan Non Muslim”, Nabi sallallahu ‘alaihi wassalam bersabda, عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ لَا تَبْدَءُوا الْيَهُودَ وَلَا النَّصَارَى بِالسَّلَامِ Dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Janganlah kalian memulai orang-orang Yahudi dan Nasrani (dengan) memberi salam.” (HR. Muslim) Hadis ini melarang kita memulai mengucapkan salam ( السلام ) kepada Ahli Kitab (Yahudi dan Nasrani). Kata as salam merupakan jawami' al kalim pada hadis tersebut. Sebelumnya, perlu kita ketahui bersama, bahwasanya Rasulullah sallallahu ‘alaihi wasallam diutus dengan jawami' al kalim , sebagaimana tersebut pada riwayat berikut, بُعِثْتُ بِجَوَامِعِ الْكَلِمِ “Aku diutus dengan jawami'ul kalim. ” (HR. Bukhari, Muslim, Nasai, Ahmad, & Tirmidzi) Adapun maksud dari Jawami' Al kalim pada hadis tersebut menurut para Ul...

Peringatan terhadap Israf pada Perayaan Akhir Tahun

  Dalam Islam, setiap aktivitas muslim sejatinya harus selalu berlandaskan prinsip kehati-hatian, keseimbangan, dan kebermanfaatan. Sebagai agama yang sempurna, Islam mengajarkan umatnya untuk tidak berlebih-lebihan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam merayakan momen tertentu seperti perayaan akhir tahun. Allah subhanahu wa ta’ala telah memberikan peringatan tegas tentang bahaya israf atau sikap berlebihan yang sering kali terjadi pada momen-momen tersebut. Makna Israf dalam Islam Israf secara bahasa berarti berlebihan atau melampaui batas. Dalam konteks syariat, israf merujuk kepada setiap bentuk pengeluaran atau tindakan yang melebihi batas kebutuhan, baik itu dalam urusan harta, waktu, maupun energi. Allah ta’ala berfirman: وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ "Dan makan dan minumlah, tetapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A’raf: 31) Ayat in...

Pentingnya Pendidikan yang Kompeten bagi Dai

  Seorang da’i adalah pembawa risalah Islam yang bertugas menyampaikan kebenaran agama Allah kepada umat manusia. Tugas mulia ini memerlukan persiapan yang matang, terutama dari segi ilmu pengetahuan. Seorang da’i tidak cukup hanya bermodalkan semangat, lucu, atau retorika belaka, tetapi harus berbicara berdasarkan ilmu yang mendalam dan pemahaman yang benar. Tanpa dasar ilmu yang kokoh, dakwah menjadi tidak efektif atau bahkan menyesatkan umat. Pentingnya pendidikan dan kompetensi seorang da’i ini sejatinya telah dicontohkan oleh Nabi Yusuf ‘alaihissalam dalam AlQur’an. Dalam kisahnya, Nabi Yusuf menawarkan dirinya untuk mengelola perbendaharaan Mesir, ia menyatakan dengan tegas: قَالَ ٱجۡعَلۡنِي عَلَىٰ خَزَآئِنِ ٱلۡأَرۡضِ ۖ إِنِّي حَفِيظٌ عَلِيمٞ “Dia (Yusuf) berkata, “Jadikanlah aku bendaharawan negeri (Mesir); karena sesungguhnya aku adalah orang yang pandai menjaga, dan berpengetahuan.”” (QS. Yusuf: 55) Ayat ini menunjukkan bahwa Nabi Yusuf tidak hanya meminta jabata...

Uslub Dakwah dalam Al Quran

Uslub dakwah adalah metode atau gaya yang digunakan oleh seorang da'i (pendakwah) dalam menyampaikan pesan Islam kepada orang lain. Istilah uslub berasal dari bahasa Arab yang berarti "gaya" atau "metode," sementara dakwah berarti "mengajak" atau "menyeru" kepada kebaikan, yaitu kepada jalan Allah s.w.t. sebagaimana yang diperintahkan dalam Al-Qur'an: اُدْعُ اِلٰى سَبِيْلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِۖ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِيْ هِيَ اَحْسَنُ "Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik, dan debatlah mereka dengan cara yang baik." (QS. An-Nahl: 125) Uslub Dakwah yang Efektif 1. Hikmah (Kebijaksanaan). Dakwah harus disampaikan dengan cara yang bijak, mempertimbangkan keadaan audiens agar pesan dapat diterima dengan baik. Pendekatan ini melibatkan logika dan pemahaman yang mendalam. 2. Mau’izah Hasanah (Nasehat yang Baik). Penyampaian dakwah harus dilakukan dengan...

Sifat-Sifat Orang Yahudi dalam Al Qur'an

  Banyak sekali sifat orang Yahudi atau Bani Israel yang tersebut di dalam kitab suci Al Qur’an, di antaranya: [1] 1.       Paling keras permusuhannya dalam memerangi kaum muslimin. Allah s.w.t. berfirman: لَتَجِدَنَّ أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ أَشْرَكُوا “Sesungguhnya kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al Maidah: 82) 2.       Penakut dengan bersembunyi di balik benteng, dan tidak rela kelompok lain mengambil keuntungan dari mereka. Allah s.w.t. berfirman: هُوَ الَّذِي أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ وَأ...