Banyak sekali sifat orang Yahudi atau Bani Israel yang tersebut di
dalam kitab suci Al Qur’an, di antaranya: [1]
1.
Paling
keras permusuhannya dalam memerangi kaum muslimin.
Allah s.w.t.
berfirman:
لَتَجِدَنَّ
أَشَدَّ النَّاسِ عَدَاوَةً لِّلَّذِينَ آمَنُوا الْيَهُودَ وَالَّذِينَ
أَشْرَكُوا
“Sesungguhnya
kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang
yang beriman ialah orang-orang Yahudi dan orang-orang musyrik.” (QS. Al Maidah:
82)
2.
Penakut
dengan bersembunyi di balik benteng, dan tidak rela kelompok lain mengambil
keuntungan dari mereka.
Allah s.w.t.
berfirman:
هُوَ الَّذِي
أَخْرَجَ الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْ أَهْلِ الْكِتَابِ مِنْ دِيَارِهِمْ لِأَوَّلِ
الْحَشْرِ مَا ظَنَنْتُمْ أَنْ يَخْرُجُوا وَظَنُّوا أَنَّهُمْ مَانِعَتُهُمْ
حُصُونُهُمْ مِنَ اللَّهِ فَأَتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ حَيْثُ لَمْ يَحْتَسِبُوا
وَقَذَفَ فِي قُلُوبِهِمُ الرُّعْبَ يُخْرِبُونَ بُيُوتَهُمْ بِأَيْدِيهِمْ
وَأَيْدِي الْمُؤْمِنِينَ فَاعْتَبِرُوا يَاأُولِي الْأَبْصَارِ
“Dia-lah (Allah)
yang mengeluarkan orang-orang kafir di antara ahli kitab (Yahudi) dari
kampung-kampung mereka pada saat pengusiran yang pertama. Kamu tidak menyangka,
bahwa mereka akan keluar dan merekapun yakin, bahwa benteng-benteng mereka
dapat mempertahankan mereka dari (siksa) Allah; maka Allah mendatangkan kepada
mereka (hukuman) dari arah yang tidak mereka sangka-sangka. Dan Allah
melemparkan ketakutan dalam hati mereka (Yahudi); mereka memusnahkan
rumah-rumah mereka dengan tangan mereka sendiri dan tangan orang-orang mukmin
(supaya tidak bisa dimanfaatkan). Maka ambillah (kejadian itu) untuk menjadi
pelajaran, hai orang-orang yang mempunyai wawasan.” (QS. Al Hasyr: 2)
3.
Pengecut,
tidak berperang kecuali dengan bersembunyi, dan terdapat perpecahan hebat di
kalangan mereka sendiri.
Allah s.w.t.
berfirman:
لَا
يُقَاتِلُونَكُمْ جَمِيعًا إِلَّا فِي قُرًى مُحَصَّنَةٍ أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ
بَأْسُهُمْ بَيْنَهُمْ شَدِيدٌ تَحْسَبُهُمْ جَمِيعًا وَقُلُوبُهُمْ شَتَّى ذَلِكَ
بِأَنَّهُمْ قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ
“Mereka tidak
akan memerangi kalian dalam keadaan bersatu padu, kecuali dalam kampung-kampung
yang berbenteng atau di balik tembok. Permusuhan antara sesama mereka adalah
sangat hebat. Kamu kira mereka itu bersatu, sedang hati mereka berpecah belah.
Yang demikian itu karena sesungguhnya mereka adalah kaum yang tidak mengerti.”
(QS. Al Hasyr: 14)
4.
Merasa
keberatan menjalankan perintah-perintah Allah.
Allah s.w.t.
berfirman:
وَإِذْ
أَخَذْنَا مِيثَاقَكُمْ وَرَفَعْنَا فَوْقَكُمُ الطّورَ خُذُوا مَآ آتَيْنَاكُم بِقُوّةٍ
وَاسْمَعُوا قَالُوا سَمِعْنَا وَعَصَيْنَا وَأُشْرِبُوا فِي قُلُوبِهِمُ
الْعِجْلَ بِكُفْرِهِمْ قُلْ بِئْسَمَا يَأْمُرُكُمْ بِهِ إِيمَانُكُمْ إِنْ
كُنْتُمْ مّؤْمِنِينَ
“Dan
(ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari kalian dan Kami angkat bukit (Thursina)
di atas kalian (Yahudi, seraya Kami berfirman): "Peganglah teguh-teguh apa
yang Kami berikan kepada kalian dan dengarkanlah!" Mereka (Yahudi) menjawab:
"Kami mendengar tetapi kami tidak menaati!" Dan telah diresapkan ke
dalam hati mereka itu (kecintaan menyembah) anak sapi karena kekafirannya.
Katakanlah: "Amat jahat perbuatan yang telah diperintahkan iman kalian
kepada kalian jika betul kalian beriman (kepada Taurat).” (QS. Al Baqarah: 93)
5.
Menghina
dan merendahkan Allah s.w.t.
Allah s.w.t.
berfirman:
لَقَدْ سَمِعَ
اللَّهُ قَوْلَ الَّذِينَ قَالُوا إِنَّ اللَّهَ فَقِيرٌ وَنَحْنُ أَغْنِيَاءُ
سَنَكْتُبُ مَا قَالُوا وَقَتْلَهُمُ الْأَنْبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ وَنَقُولُ
ذُوقُوا عَذَابَ الْحَرِيقِ
“Sesungguhnya Allah telah
mendengar perkatan orang-orang (Yahudi) yang mengatakan: "Sesunguhnya
Allah miskin dan kami kaya." Kami akan mencatat perkataan mereka itu dan
perbuatan mereka membunuh nabi-nabi tanpa alasan yang benar, dan Kami akan
mengatakan (kepada mereka): "Rasakanlah oleh kalian azab yang membakar.” (QS. Ali Imran: 181)
6.
Mendapatkan
laknat dari Allah s.w.t. karena menghalangi manusia ke jalan Allah, maka
dirubahlah mereka menjadi kera dan babi pada hari kiamat.
Allah s.w.t.
berfirman:
قُلْ هَلْ أُنَبِّئُكُم
بِشَرٍّ مِّن ذَٰلِكَ مَثُوبَةً عِندَ اللَّهِ ۚ مَن لَّعَنَهُ اللَّهُ وَغَضِبَ
عَلَيْهِ وَجَعَلَ مِنْهُمُ الْقِرَدَةَ وَالْخَنَازِيرَ وَعَبَدَ الطَّاغُوتَ ۚ
أُولَٰئِكَ شَرٌّ مَّكَانًا وَأَضَلُّ عَن سَوَاءِ السَّبِيلِ
“Katakanlah:
"Apakah akan aku beritakan kepada kalian tentang orang-orang yang lebih
buruk pembalasannya dari (orang-orang fasik) itu disisi Allah? Yaitu
orang-orang yang dikutuki dan dimurkai Allah, di antara mereka (ada) yang
dijadikan kera dan babi dan (orang yang) menyembah thaghut?" Mereka itu
lebih buruk tempatnya dan lebih tersesat dari jalan yang lurus.” (QS. Al
Maidah: 60)
7.
Melanggar
perjanjian, berhati batu dan merubah-rubah isi kitab suci.
Allah s.w.t.
berfirman:
فَبِمَا
نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِيَةً
يُحَرِّفُونَ الْكَلِمَ عَنْ مَوَاضِعِهِ وَنَسُوا حَظًّا مِمَّا ذُكِّرُوا بِهِ
وَلَا تَزَالُ تَطَّلِعُ عَلَى خَائِنَةٍ مِنْهُمْ إِلَّا قَلِيلًا مِنْهُمْ
“(Tetapi) karena mereka (Yahudi)
melanggar janji mereka, Kami kutuk mereka, dan Kami jadikan hati mereka keras
membatu. Mereka suka merobah perkataan (Allah) dari tempat-tempatnya, dan
mereka (sengaja) melupakan sebagian dari apa yang mereka telah diperingatkan
dengannya, dan kamu (Muhammad) senantiasa akan melihat kekhianatan dari mereka
kecuali sedikit di antara mereka (yang tidak berkhianat).” (QS. Al Maidah: 13)
8.
Membunuh
para Nabi, di antaranya Nabi Zakaria a.s., dan hati mereka telah terkunci mati.
Allah s.w.t.
berfirman:
فَبِمَا
نَقْضِهِم مِّيثَاقَهُمْ وَكُفْرِهِم بِآيَاتِ اللَّهِ وَقَتْلِهِمُ الْأَنبِيَاءَ
بِغَيْرِ حَقٍّ وَقَوْلِهِمْ قُلُوبُنَا غُلْفٌ ۚ بَلْ طَبَعَ اللَّهُ عَلَيْهَا
بِكُفْرِهِمْ فَلَا يُؤْمِنُونَ إِلَّا قَلِيلًا
“Maka (Kami
lakukan terhadap mereka beberapa tindakan), disebabkan mereka melanggar perjanjian
itu, dan karena kekafiran mereka terhadap keterangan-keterangan Allah dan
mereka membunuh nabi-nabi tanpa (alasan) yang benar dan mengatakan: "Hati
kami tertutup." Bahkan, sebenarnya Allah telah mengunci mati hati mereka
karena kekafirannya, karena itu mereka tidak beriman kecuali sebahagian kecil
dari mereka.” (QS. An Nisa: 155)
9.
Melampaui
batas dalam merusak dan mengganggu, serta tidak melarang kemungkaran.
Allah s.w.t.
berfirman:
لُعِنَ
الَّذِينَ كَفَرُوا مِن بَنِي إِسْرَائِيلَ عَلَىٰ لِسَانِ دَاوُودَ وَعِيسَى
ابْنِ مَرْيَمَ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا يَعْتَدُونَ* كَانُوا لَا
يَتَنَاهَوْنَ عَن مُّنكَرٍ فَعَلُوهُ ۚ لَبِئْسَ مَا كَانُوا يَفْعَلُونَ
“Telah
dila'nati orang-orang kafir dari Bani Israil dengan lisan Daud dan Isa putera
Maryam. Yang demikian itu, disebabkan mereka durhaka dan selalu melampaui
batas. (78) Mereka satu sama lain selalu tidak melarang tindakan munkar yang
mereka perbuat. Sesungguhnya amat buruklah apa yang selalu mereka perbuat itu.
(79)” (QS. Al Maidah: 78-79)
10.
Menyembunyikan
ilmu yang mereka ketahui, dan menjual agama untuk dunia.
Allah s.w.t.
berfirman:
إِنَّ
الَّذِينَ يَكْتُمُونَ مَا أَنزَلَ اللَّهُ مِنَ الْكِتَابِ وَيَشْتَرُونَ بِهِ
ثَمَنًا قَلِيلًا ۙ أُولَٰئِكَ مَا يَأْكُلُونَ فِي بُطُونِهِمْ إِلَّا النَّارَ
وَلَا يُكَلِّمُهُمُ اللَّهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَلَا يُزَكِّيهِمْ وَلَهُمْ
عَذَابٌ أَلِيمٌ
“Sesungguhnya
orang-orang yang menyembunyikan apa yang telah diturunkan Allah, yaitu Al Kitab
dan menjualnya dengan harga yang sedikit (murah), mereka itu sebenarnya tidak
memakan (tidak menelan) ke dalam perutnya melainkan api, dan Allah tidak akan
berbicara kepada mereka pada hari kiamat dan tidak mensucikan mereka dan bagi
mereka siksa yang amat pedih.” (QS. Al Baqarah: 174)
11.
Manusia
yang paling tamak pada kehidupan dunia.
Allah s.w.t.
berfirman:
وَلَتَجِدَنَّهُمْ
أَحْرَصَ النَّاسِ عَلَىٰ حَيَاةٍ وَمِنَ الَّذِينَ أَشْرَكُوا ۚ يَوَدُّ
أَحَدُهُمْ لَوْ يُعَمَّرُ أَلْفَ سَنَةٍ وَمَا هُوَ بِمُزَحْزِحِهِ مِنَ
الْعَذَابِ أَن يُعَمَّرَ ۗ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا يَعْمَلُونَ
“Dan sungguh
kamu akan mendapati mereka (Yahudi), manusia yang paling loba kepada kehidupan
(di dunia), bahkan (lebih loba lagi) dari orang-orang musyrik. Masing-masing
mereka ingin agar diberi umur seribu tahun, padahal umur panjang itu
sekali-kali tidak akan menjauhkannya daripada siksa. Allah Maha Mengetahui apa
yang mereka kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 96)
12.
Diliputi
kehinaan dimanapun mereka berada.
Allah s.w.t.
berfirman:
ضُرِبَتْ
عَلَيْهِمُ الذِّلَّةُ أَيْنَ مَا ثُقِفُوا إِلَّا بِحَبْلٍ مِّنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ
مِّنَ النَّاسِ وَبَاءُوا بِغَضَبٍ مِّنَ اللَّهِ وَضُرِبَتْ عَلَيْهِمُ
الْمَسْكَنَةُ ۚ ذَٰلِكَ بِأَنَّهُمْ كَانُوا يَكْفُرُونَ بِآيَاتِ اللَّهِ
وَيَقْتُلُونَ الْأَنبِيَاءَ بِغَيْرِ حَقٍّ ۚ ذَٰلِكَ بِمَا عَصَوا وَّكَانُوا
يَعْتَدُونَ
“Mereka
diliputi kehinaan di mana saja mereka berada, kecuali jika mereka berpegang
kepada tali (agama) Allah dan tali (perjanjian) dengan manusia, dan mereka
kembali mendapat kemurkaan dari Allah dan mereka diliputi kerendahan. Yang
demikian itu karena mereka kafir kepada ayat-ayat Allah dan membunuh para nabi
tanpa alasan yang benar. Yang demikian itu disebabkan mereka durhaka dan
melampaui batas.” (QS. Ali Imran: 112)
Masih banyak kesesatan yang menimpa kaum Yahudi selain yang
disebutkan di atas, termasuk yang tersebut dalam hadis-hadis Nabi Muhammad
s.a.w.
Apa Perbedaan Yahudi dan Bani Israel?
Yahudi secara istilah ialah umat Nabi Musa a.s., kitab suci mereka Taurat,
yaitu kitab suci yang pertama diturunkan dari langit. [2] Sedangkan maksud dari
istilah kaum Yahudi, Ibrani ataupun Bani Israel menurut para paka sejarah ialah
sama, yaitu anak keturunan Nabi Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim a.s.. Kendati
mereka menisbatkan diri mereka kepada nabi yang mulia ini, mereka tidak
memiliki kedudukan yang mulia di mata manusia, karena sifat buruk yang menempel
pada diri mereka sebagaimana disebutkan di atas, juga karena segala fitnah,
kekejaman, pembantaian dan kekacauan yang telah mereka perbuat sepanjang
sejarah manusia. [3]
Referensi:
[1] Muhammad Ali Muhammad. Al Anwar An
Nu’maniyah Fi Addakwah Arrabbaniyah. hal. 164-179.
[2] Muhammad Abdul Karim As Syahristani.
Al Milal Wan Nihal. Muassasah Al Halbi. hal. 2/15.
[3] Muhammad Amin Salim. Bani Israil Fi
Dhau’il Islam. Al Jami’ah Al Islamiyah Bil Madinah Al Munawwarah. Cetakan 3
1390 H/1975 M. hal. 71.
Diterjemahkan dan diringkas di Museum
Internasional Biografi Nabi Muhammad s.a.w. dan Peradaban Islam
Kamis, 17
Rabiul Akhir 1446 H (20 Oktober 2024 M)
Oleh: Iskandar Zulqarnain, B.A., M.A.
Artikel hukumpolitiksyariah.com
sifat orang yahudi sifat yahudi sifat israel bebaskan palestina free palestine israel bangsa terlaknat ayat alquran tentang israel ayat alquran tentang yahudi perangai orang yahudi hadis yahudi hadits yahudi sifat asli orang yahudi

Komentar
Posting Komentar