Langsung ke konten utama

Kemuliaan Kota Makkah

 


Kota Makkah Al Mukarramah yang terletak di Jazirah Arab ini merupakan tempat terbaik di muka bumi, negeri yang paling dicintai Allah s.w.t. Makkah tempat kelahiran Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam, beliau tumbuh besar di sana hingga dewasa. Di kota ini turun wahyu pertama kepada sang Nabi melalui perantara malaikat Jibril kepadanya di Gua Hira. Cahaya Islam-pun bermula terpancar dari Makkah Al Mukarramah, lalu tersebar ke seluruh penjuru dunia. Allah s.w.t. berfirman,

وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكٞ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَاۚ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ وَهُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ

“Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya, dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luarnya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat tentu beriman kepadanya (Al Quran), dan mereka selalu memelihara salatnya.” (QS. Al An’am: 92)

Di tengah tanah suci Makkah terdapat Ka’bah yang merupakan kiblat kaum muslimin. Allah s.w.t. berfirman,

وَمِنۡ حَيۡثُ خَرَجۡتَ فَوَلِّ وَجۡهَكَ شَطۡرَ ٱلۡمَسۡجِدِ ٱلۡحَرَامِۖ وَإِنَّهُۥ لَلۡحَقُّ مِن رَّبِّكَۗ وَمَا ٱللَّهُ بِغَٰفِلٍ عَمَّا تَعۡمَلُونَ

“Dan dari mana saja kamu keluar (datang), maka palingkanlah wajahmu ke arah Masjidil Haram, sesungguhnya ketentuan itu benar-benar sesuatu yang hak dari Tuhanmu. Dan Allah sekali-kali tidak lengah dari apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al Baqarah: 149)

Kota Makkah dianugerahi dengan banyak sekali kekhususuan, keutamaan dan kemuliaan oleh Allah subhanahu wata’ala, diantaranya:

1.      Baitullah ialah rumah ibadah pertama yang dibangun Allah s.w.t.

Ahli kitab (Yahudi & Nasrani) mengatakan bahwa rumah ibadah yang pertama dibangun berlokasi di Baitul Maqdis, lalu Allah s.w.t. membantah dan menegaskan, bahwa Baitullah Makkah ialah rumah ibadah pertama yang dibangun olehNya, dengan berfirman,

إِنَّ ‌أَوَّلَ ‌بَيۡتٖ وُضِعَ لِلنَّاسِ لَلَّذِي بِبَكَّةَ مُبَارَكٗا وَهُدٗى لِّلۡعَٰلَمِينَ

“Sesungguhnya rumah yang mula-mula dibangun untuk (tempat beribadat) manusia, ialah Baitullah yang di Bakkah (Mekah), yang diberkahi dan menjadi petunjuk bagi semua manusia.” (QS. Ali ‘Imran: 96)

2.      Siapapun yang memasuki Makkah, maka terjamin keamanannya.

Siapapun yang masuk ke kota Makkah ini, maka terjamin keamanannya, Allah s.w.t. berfirman,

فِيهِ ءَايَٰتُۢ بَيِّنَٰتٞ مَّقَامُ إِبۡرَٰهِيمَۖ وَمَن ‌دَخَلَهُۥ ‌كَانَ ءَامِنٗاۗ وَلِلَّهِ عَلَى ٱلنَّاسِ حِجُّ ٱلۡبَيۡتِ مَنِ ٱسۡتَطَاعَ إِلَيۡهِ سَبِيلٗاۚ وَمَن كَفَرَ فَإِنَّ ٱللَّهَ غَنِيٌّ عَنِ ٱلۡعَٰلَمِينَ

“Padanya terdapat tanda-tanda yang nyata, (di antaranya) Maqam Ibrahim; barangsiapa memasukinya (Baitullah itu) menjadi amanlah dia; mengerjakan haji adalah kewajiban manusia terhadap Allah, yaitu (bagi) orang yang sanggup mengadakan perjalanan ke Baitullah. Barangsiapa mengingkari (kewajiban haji), maka sesungguhnya Allah Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam.” (QS. Ali ‘Imran: 97)

Allah s.w.t. juga berfirman,

وَإِذۡ جَعَلۡنَا ٱلۡبَيۡتَ ‌مَثَابَةٗ لِّلنَّاسِ وَأَمۡنٗا وَٱتَّخِذُواْ مِن مَّقَامِ إِبۡرَٰهِـۧمَ مُصَلّٗىۖ

“Dan (ingatlah), ketika Kami menjadikan rumah itu (Baitullah) tempat berkumpul bagi manusia dan tempat yang aman. Dan jadikanlah sebahagian maqam Ibrahim tempat shalat.” (QS. Al Baqarah: 125)

Kekasih Allah Nabi Ibrahim a.s. berdoa untuk menjadikan kota Makkah ini aman sentosa, diceritakan dalam Al Qur’an,

وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِـۧمُ ‌رَبِّ ‌ٱجۡعَلۡ ‌هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنٗا وَٱرۡزُقۡ أَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنۡ ءَامَنَ مِنۡهُم بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al Baqarah: 126)

3.      Penduduk Makkah terjamin rejekinya.

Selain terjamin kemanannya, rejeki juga terjamin di tanah suci Makkah. Allah s.w.t. memberikan jaminan rejeki bagi penduduk Makkah dengan segala macam tanaman dan buah-buahan, Dia berfirman dalam Al Qur’an,

أَوَلَمۡ نُمَكِّن لَّهُمۡ حَرَمًا ءَامِنٗا ‌يُجۡبَىٰٓ ‌إِلَيۡهِ ‌ثَمَرَٰتُ كُلِّ شَيۡءٖ رِّزۡقٗا مِّن لَّدُنَّا وَلَٰكِنَّ أَكۡثَرَهُمۡ لَا يَعۡلَمُونَ

“Dan apakah Kami tidak meneguhkan kedudukan mereka dalam daerah haram (tanah suci) yang aman, yang didatangkan ke tempat itu buah-buahan dari segala macam (tumbuh-tumbuhan) untuk menjadi rezki (bagimu) dari sisi Kami? Tetapi kebanyakan mereka tidak mengetahui.” (QS. Al Qashash: 57)

Nabi Ibrahim a.s. berdoa untuk negeri Makkah,

وَإِذۡ قَالَ إِبۡرَٰهِـۧمُ ‌رَبِّ ‌ٱجۡعَلۡ ‌هَٰذَا بَلَدًا ءَامِنٗا وَٱرۡزُقۡ أَهۡلَهُۥ مِنَ ٱلثَّمَرَٰتِ مَنۡ ءَامَنَ مِنۡهُم بِٱللَّهِ وَٱلۡيَوۡمِ ٱلۡأٓخِرِۚ

“Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berdoa: "Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini, negeri yang aman sentosa, dan berikanlah rezki dari buah-buahan kepada penduduknya yang beriman diantara mereka kepada Allah dan hari kemudian.” (QS. Al Baqarah: 126)

Beliau ‘alaihissalam juga berdoa,

رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي ‌بِوَادٍ ‌غَيۡرِ ذِي زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡـِٔدَةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka, dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37)

Maka keduanya, rejeki keamanan dan makanan sudah terjamin di kota suci ini. Allah s.w.t. mengabarkan,

ٱلَّذِيٓ ‌أَطۡعَمَهُم مِّن جُوعٖ وَءَامَنَهُم مِّنۡ خَوۡفِۭ

“Yang telah memberi makanan kepada mereka untuk menghilangkan lapar dan mengamankan mereka dari ketakutan.” (QS. Quraisy: 4)

4.      Makkah adalah negeri terbaik yang paling dicintai Allah s.w.t.

Ketika Nabi Muhammad s.a.w. diusir dari Kota Makkah, beliau menghadap kiblat sembari berkata,

وَالله إِنِّي لأعْلم أَنَّك أحب بلد الله إِلَيّ وَأَنَّك أحب أَرض الله الى الله عز وَجل وانك خير بقْعَة على وَجه الأَرْض وأحبها الى الله تَعَالَى وَلَوْلَا أَن أهلك أَخْرجُونِي مِنْك مَا خرجت

“Demi Allah, sungguh aku tahu bahwa engkau (Makkah) adalah negeri Allah yang paling aku cintai, dan sungguh engkau ialah negeri Allah yang paling dicintai oleh Allah ‘azza wa jalla. Dan sungguh engkau (Makkah) ialah tempat terbaik di muka bumi, dan paling dicintai Allah ta’ala. Kalau saja pendudukmu (Makkah) tidak mengusirku dari kamu, maka akupun tidak keluar darimu.” (HR.  Ahmad, Ibnu Majah & Tirmidzi, sahih)

5.      Makkah Al Mukarramah tempat penggugur dosa.

Kota Makkah yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah ini merupakan tempat spesial untuk menjadi penggugur dosa, bagi yang datang dengan niat ikhlas beribadah. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda,

مَنْ أَتَى هَذَا البَيْتَ فَلَمْ يَرْفُثْ وَلَمْ يَفْسُقْ رَجَعَ كَيَوْمِ وَلَدَتْهُ أُمُّهُ

“Siapa yang mendatangi rumah ini (ka’bah untuk beribadah), serta tidak berkata kotor dan berlaku keji, maka seolah dia kembali baru dilahirkan oleh ibunya (bersih dari dosa).” (HR. Muslim, sahih)

Nabi Muhammad s.a.w. juga bersabda,

مَن حَجَّ لله، فلم يَرفث، ولم يفسُق؛ رجَعَ كيومِ ولَدتْهُ أمُّه

“Siapa yang melaksanakan haji untuk Allah, dan tidak berkata kotor dan belaku keji, maka seolah dia baru dilahirkan ibunya (bersih dosanya).” (HR. Muslim, sahih)

6.      Ibadah di Tanah Suci Makkah dilipatgandakan pahalanya 100 ribu kali.

Nabi Muhammad s.a.w. bersabda,

صَلَاة فِي مَسْجِدي هَذَا أفضل بِأَلف صَلَاة فِيمَا سواهُ إِلَّا الْمَسْجِد الْحَرَام فَإِن الصَّلَاة فِيهِ بِمِائَة الف صَلَاة فِي غَيره وَصَلَاة فِي الْمَسْجِد الْأَقْصَى بِخَمْسِمِائَة صَلَاة

“Salat di masjidku ini (Masjid Nabawi) pahalanya seperti seribu salat di masjid lain, kecuali Masjidil Haram. Karena sungguh, salat di dalamnya (Masjidil Haram) pahalanya seperti 100 ribu salat di masjid lain. Sedangkan (salat di) Masjidil Aqsha pahalanya seperti 500 kali salat di masjid lain. (HR. Ahmad & Ibnu Hibban, sahih)

من صَامَ شهر رَمَضَان بِمَكَّة كتب اللَّهِ تَعَالَى لَهُ مائَة ألف شهر فِي غَيرهَا من الْبلدَانِ

“Barang siapa berpuasa Ramadan di Makkah, maka Allah mencatat (pahalanya) seperti puasa seratus ribu bulan di negeri lain.” (HR. Ibnu Majah & Baihaqi, dhaif)

Hasan Al Bashri r.a. berkata: “Tidak ada tempat di muka bumi ini yang pahala satu kebaikannya dilipatgandakan sampai 100 ribu kali selain Kota Suci Makkah. Barangsiapa yang salat di dalamnya sekali, maka pahalanya dicatat seperti salat 100 ribu kali. Barangsiapa yang puasa di dalamnya sehari, maka pahalanya dicatat seperti puasa 100 ribu hari. Barangsiapa yang sedekah di dalamnya dengan satu dirham, maka Allah mencatat pahala sedekah 100 ribu dirham baginya. Barangsiapa yang mengkhatamkan Al Qur’an sekali di dalamnya, maka Allah mencatat baginya pahala khatam Al Qur’an sebanyak 100 ribu kali khatam, dan demikian seterusnya. Sehingga setiap kabaikan yang dilakukan di kota ini, pahalanya dicatat sebanyak 100 ribu kali.” [1]

7.      Masjidil Haram boleh dijadikan tujuan safar karena fadilahnya.

Masjidil Haram merupakan salah satu dari tiga masjid yang seorang muslim boleh bersusah payah melakukan safar untuk mendapatkan fadilahnya, sedangkan selain dari tiga ini tidak ada dalilnya. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لَا ‌تُشَدُّ ‌الرِّحَالُ إِلَّا إِلَى ثَلَاثَةِ مَسَاجِدَ؛ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ، وَمَسْجِدِ الرَّسُولِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَمَسْجِدِ الْأَقْصَى

“Janganlah bersengaja melakukan perjalanan (dalam rangka ibadah, meyakini fadilahnya dan tujuan safarnya adalah tempatnya) kecuali ke tiga masjid: masjidku ini (masjid Nabawi), masjidil Haram dan Masjidil Aqsha.” (HR. Bukhari & Muslim)

8.      Makkah memiliki banyak tempat mustajab untuk berdoa.

Hasan Al Bashri r.a. menyebutkan Ada lima belas titik di Makkah yang merupakan tempat mustajab (mudah terkabul) untuk berdoa, yaitu: Berdoa di bagian dalam ka’bah, berdoa di hajar aswad (dengan menyentuh atau memberi isyarat), berdoa di Rukun Yamani, berdoa di Hijir Ismail, berdoa di belakang Maqam Ibrahim, berdoa di Multazam, berdoa di pintu sumur Zamzam, berdoa di atas bukit Shofa dan Marwah, berdoa di antara dua bukit Shofa dan Marwah, berdoa di antara rukun ka’bah dan Maqam Ibrahim, berdoa di Mina, berdoa di Arafah, dan berdoa di Masy’aril Haram (Muzdalifah).

Itulah lima belas titik di Makkah yang doa tidak akan ditolak oleh Allah s.w.t. Dengan mendatangi tempat-tempat ini saat berada di Makkah, merupakan kesempatan berharga bagi para peziarah; untuk mendapatkan kasih sayang dan ampunan dari Allah s.w.t. [2]

9.      Makkah merupakan negeri yang disucikan Allah dari perbuatan haram.

Makkah disebut tanah suci karena diharamkan berperang dan membunuh di dalamnya, termasuk membawa senjata untuk itu. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu Abbas r.a.,

إِنَّ ‌هَذَا ‌الْبَلَدَ ‌حَرَّمَهُ ‌الله ‌يوم خلق السماوات والأرض، فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، وَإِنَّهُ لَمْ يَحِلَّ الْقِتَالُ فِيهِ لِأَحَدٍ قَبْلِي، وَلَمْ يَحِلَّ لِي إِلَّا سَاعَةً مِنْ نَهَارٍ، فَهُوَ حَرَامٌ بِحُرْمَةِ اللَّهِ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ، لَا يُعْضَدُ شَوْكُهُ، وَلَا يُنَفَّرُ صَيْدُهُ، وَلَا يَلْتَقِطُ لُقَطَتَهُ إِلَّا مَنْ عَرَّفَهَا، وَلَا يُخْتَلَى خلاه

“Sungguh, negeri ini telah disucikan oleh Allah saat hari diciptakannya langit-langit dan bumi. Maka ia telah haram (suci) dengan penyucian Allah hingga hari kiamat. Dan Sungguh tidak dihalalkan peperangan di dalamnya bagi siapapun sebelumku (Muhammad), tidak pula pernah dihalalkan meski sebentar saja pada siang hari, maka dia akan tetap haram (suci) dengan penyucian Allah hingga hari kiamat. Tidak boleh dicabut batang pohonnya, tidak boleh diganggu binatang buruannya, tidak boleh diambil barang temuannya kecuali bagi yang tahu pemiliknya, dan tidak boleh pula dipangkas rerumputannya.” (HR. Bukhari & Muslim, sahih)

Mujahid r.a. berkata: “Jika Anda memasuki tanah haram, maka janganlah mendorong, mengganggu, atau berdesakan dengan orang lain.” [3] (Hal ini perlu diperhatikan terutama saat melaksanakan tawaf, menyentuh Hajar Aswad, Sa’i, keluar masuk Masjidil Haram, juga dengan tidak merokok di tanah haram, karena itu bisa mengganggu orang lain).

Sa’id bin Musayyib r.a. berkata: “Penduduk Makkah tidak akan dibinasakan sampai tanah suci Makkah seolah tanah halal.” [4]

10.  Semua tempat tidak aman dari Dajjal kecuali Makkah dan Madinah.

Semua tempat di muka bumi akan didatangi Dajjal beserta fitnahnya di akhir jaman, kecuali Makkah dan Madinah, dua kota yang tidak akan dimasuki dan aman dari fitnah Dajjal. Nabi Muhammad s.a.w. bersabda,

لَيْسَ مِنْ بَلَدٍ إِلَّا سَيَطَؤُهُ الدَّجَّالُ، إِلَّا مَكَّةَ وَالْمَدِينَةَ، وَلَيْسَ نَقْبٌ مِنْ أَنْقَابِهَا إِلَّا عَلَيْهِ الْمَلَائِكَةُ صَافِّينَ تَحْرُسُهَا

“Tidak ada negeri (di bumi pada hari akhir) kecuali pasti akan dimasuki oleh Dajjal, kecuali Makkah dan Madinah. Setiap sudutnya ada malaikat yang berbaris menjaganya.” (HR. Bukhari & Muslim)

11.  Dosa dari perbuatan maksiat di Makkah juga dilipatgandakan.

Dosa melakukan perbuatan maksiat di Makkah tidak seperti dilakukan di negeri lain, seperti halnya pahala yang dilipatgandakan, dosa juga dilipatgandakan jika dilakukan. Dari Ibnu Abbas r.a., bahwasanya Nabi Muhammad s.a.w. bersabda,

أبْغَضُ النَّاسِ إلى اللهِ ثلاثَةٌ: مُلحِدٌ في الحَرَمِ، وَمُبْتَغٍ في الإسْلاَمِ سُنَّةَ الجاهِليَّةِ، ومُطلِبُ دَمِ امْرِئٍ بغَيرِ حَقٍّ؛ لِيُهريقَ دَمَهُ

“Tiga jenis orang yang paling dimurkai Allah: Orang mulhid (pengingkar Islam) yang berada di tanah suci, orang yang berjuang mengembalikan (adat) jahiliyah di kalangan Islam, dan orang yang berusaha mengambil darah orang yang tidak bersalah (tanpa hak) untuk dialirkan darahnya (dibunuh).” (HR. Bukhari, sahih)

12.  Di Makkah terdapat air zam-zam yang merupakan mukjizat.

Air zam-zam ini pada mulanya muncul di tengah negeri suci Makkah, yang merupakan lembah gersang dan tidak memiliki tumbuhan. Allah s.w.t. menyebutkan kisah Nabi Ibrahim a.s. dalam Al Qur’an,

رَّبَّنَآ إِنِّيٓ أَسۡكَنتُ مِن ذُرِّيَّتِي بِوَادٍ غَيۡرِ ذِي ‌زَرۡعٍ عِندَ بَيۡتِكَ ٱلۡمُحَرَّمِ رَبَّنَا لِيُقِيمُواْ ٱلصَّلَوٰةَ فَٱجۡعَلۡ أَفۡـِٔدَةٗ مِّنَ ٱلنَّاسِ تَهۡوِيٓ إِلَيۡهِمۡ وَٱرۡزُقۡهُم مِّنَ ٱلثَّمَرَٰتِ لَعَلَّهُمۡ يَشۡكُرُونَ

“Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebahagian keturunanku di lembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah Engkau (Baitullah) yang dihormati, ya Tuhan kami (yang demikian itu) agar mereka mendirikan shalat, maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka dan beri rezkilah mereka dari buah-buahan, mudah-mudahan mereka bersyukur.” (QS. Ibrahim: 37)

Mata air zam-zam muncul di masa Nabi Ibrahim, Siti Hajar dan Nabi Ismail a.s., sekitar lima ribu tahun lalu dan terus mengalir dengan jernih dan deras hingga hari ini, meskipun terus diminum oleh jutaan kaum muslim dari seluruh penjuru dunia.

Air zam-zam muncul setelah tanah suci Makkah digali oleh sayap Malaikat Jibril a.s., yang kemudian terus mengalir hingga sekarang. Air zam-zam ini pernah digunakan oleh Jibril a.s. untuk menyuci hati Nabi yang mulia ketika kecil dan sebelum Isra’ Mi’raj. Air zam-zam diberkahi oleh sang Nabi, menjadi pengenyang lapar, penghilang dahaga dan penyembuh penyakit. Nabi s.a.w. bersabda,

مَاءُ زَمْزَمْ لِمَا شُرِبَ لَهُ

“(Manfaat) air zam-zam sesuai dengan niat/keinginan orang yang meminumnya.” (HR. Ibnu Majah, sahih)

13.  Mengagungkan Makkah termasuk tanda keimanan dan takwa seseorang.

Allah s.w.t. berfirman,

ذَلِكَ وَمَنْ يُعَظِّمْ شَعَائِرَ اللَّهِ فَإِنَّهَا مِنْ تَقْوَى الْقُلُوبِ

“Demikianlah (perintah Allah). Dan barangsiapa mengagungkan syi'ar-syi'ar Allah, maka sesungguhnya itu timbul dari ketakwaan hati.” (QS. Al Hajj: 32)

Syi'ar Allah ialah segala amalan yang dilakukan dalam rangka ibadat haji dan tempat-tempat mengerjakannya di Makkah.

Dan masih ada banyak kemuliaan negeri Makkah yang belum tersebut di artikel singkat ini. Bagi yang ingin membacanya lebih detail dan mendalam, ada beberapa kitab khusus tentang kemuliaan negeri suci Makkah yang ditulis oleh para ulama, diantaranya:

-          Fadhail Makkah karya Hasan Al Bashri r.a. (w: 110 H).

-          Fadhail Makkah karya Abu Sa’id Al Jundi (w: 308 H).

-          Tarikh Makkah Al Mukarramah Al Mushawwar karya Ahmad Muhammad Ilyas Abdul Ghani & Mu’awiyah Muhammad Ilyas Abdul Ghani.

Referensi:

[1] Abu Sa’id Al Hasan Al Bashri (W: 110 H). Fadhail Makkah Was Sakan Fiiha. Maktabatul Falah – Kuwait.
[2] Namun jika dihitung ada 13 titik doa mustajab saja. Lihat: referensi sebelumnya.
[3] Al Fakihi. Akhbar Makkah. Darul Khudar – Beirut. Cetakan 3. no.: 1472. dengan sanad hasan.
[4] Al Fakihi. Akhbar Makkah. Darul Khudar – Beirut. Cetakan 3. no.: 1501. dengan sanad hasan.
[5] Ahmad Muhammad Ilyas Abdul Ghani & Muawiyah Muhammad Ilyas Abdul Ghani. Tarikh Makkah Al Mukarramah Al Mushawwar. Cetakan Al Rashid – Madinah Al Munawwarah. Cetakan I.

Diterjemahkan dan diringkas di Museum Internasional Biografi Nabi s.a.w., Tower Jam, Makkah Al Mukarramah, Kerajaan Saudi Arabia
Ahad, 28 Dzulqa’dah 1447 H (15 Mei 2026 M)

Oleh: Iskandar Zulqarnain, B.A., M.A.

Artikel hukumpolitiksyariah.com

ayat alquran tentang Mekah ayat tentang Makkah ayat Mekah ayat Makkah hadis Mekah hadis Makkah hadits tentang Mekah keutamaan Mekah keutamaan Makkah kemuliaan Mekah kemuliaan Makkah fadhilah Mekah fadhilah Makkah fadilah Mekah fadilah Makkah keutamaan Masjidil Haram fadhilah salat di Masjidil Haram

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Bolehkah Pegawai Menerima Hadiah dari Klien?

  Penjelasan Hadis Ghulul Ghulul ( الغُلُوْلُ ) dalam artian khusus bermakna: “Mengambil harta rampasan perang (ghanimah) secara tersembunyi sebelum waktu pembagiannya”, dapat pula diartikan secara umum, ghulul ialah: “Perbuatan khianat pada urusan harta”. Memberi hadiah kepada pegawai yang bekerja pada instansi negara maupun swasta juga termasuk ghulul, jika hadiah tersebut diberikan atas dasar jabatan yang pegawai emban, bukan hadiah yang diberikan atas dasar hubungan status kekeluargaan, persahabatan atau hubungan kedekatan lainnya. [1] Syeikh Salih bin Fauzan rahimahullah ditanya tentang hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, هَدَايَا الْعمَّال غلُول “Hadiah para pegawai ialah ghulul” (HR. Ahmad) Ia menjawab: “Iya, hadiah ini termasuk suap, maksud dari ( العُمَّال ) ialah pegawai yang bekerja (pada sebuah tempat). Maka tidak boleh dia menerima hadiah dari klien/nasabah/pengunjung atau siapapun yang memiliki urusan, termasuk pula bagi mereka yang bertugas mengumpul...

Keutamaan Kota Madinah

  Kota Madinah Al Munawwarah yang terletak di Jazirah Arab ini merupakan ibu kota pertama pilihan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk umat Islam. Kota ini merupakan tempat turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, turunnya malaikat Jibril kepadanya, kekhalifahan pertama berdiri, bertemunya kaum Muhajirin dan Anshar, jihad pertama ditegakkan, sumber teresbarnya cahaya hidayah, rumah hijrah Nabi beserta para sahabatnya, di sanalah beliau hidup hingga akhir hayatnya, di sanalah beliau dikubur dan akan dibangkitkan kembali shallallahu ‘alaihi wasallam . Kota Madinah dianugerahi keutamaan dan kemuliaan oleh Allah subhanahu wata’ala dengan berbagai kekhususan, diantaranya: 1.       Madinah Tempat Terbaik di Muka Bumi setelah Mekah. Kota Madinah yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah ini merupakan termpat terbaik setelah Kota Mekah, sebagaimana disampaikan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diusir oleh kaum kafir Quraisy ...