Dalam Islam, setiap aktivitas muslim
sejatinya harus selalu berlandaskan prinsip kehati-hatian, keseimbangan, dan
kebermanfaatan. Sebagai agama yang sempurna, Islam mengajarkan umatnya untuk
tidak berlebih-lebihan dalam segala aspek kehidupan, termasuk dalam merayakan
momen tertentu seperti perayaan akhir tahun. Allah subhanahu wa ta’ala
telah memberikan peringatan tegas tentang bahaya israf atau sikap
berlebihan yang sering kali terjadi pada momen-momen tersebut.
Makna Israf dalam Islam
Israf secara bahasa berarti berlebihan atau melampaui batas. Dalam
konteks syariat, israf merujuk kepada setiap bentuk pengeluaran atau
tindakan yang melebihi batas kebutuhan, baik itu dalam urusan harta, waktu,
maupun energi. Allah ta’ala berfirman:
وَكُلُوا وَاشْرَبُوا وَلَا تُسْرِفُوا إِنَّهُ لَا يُحِبُّ الْمُسْرِفِينَ
"Dan makan dan minumlah,
tetapi janganlah berlebih-lebihan. Sesungguhnya Allah tidak menyukai
orang-orang yang berlebih-lebihan." (QS. Al-A’raf: 31)
Ayat ini merupakan peringatan
universal kepada setiap manusia untuk menjauhi sikap berlebih-lebihan, baik
dalam makan, minum, maupun dalam hal lain yang bersifat duniawi.
Contoh Israf dalam Perayaan Akhir
Tahun
Perayaan akhir tahun sering kali
diisi dengan berbagai aktivitas yang tidak produktif, bahkan melanggar
nilai-nilai agama. Contohnya termasuk:
1. Pemborosan Harta
Banyak orang menghabiskan uang
untuk hal-hal yang tidak bermanfaat seperti membeli kembang api, makanan mewah,
atau barang-barang yang tidak diperlukan. Padahal, Allah ta’ala telah
mengingatkan:
وَلَا تُبَذِّرْ تَبْذِيرًا. إِنَّ الْمُبَذِّرِينَ كَانُوا
إِخْوَانَ الشَّيَاطِينِ
"Dan janganlah kamu
menghambur-hamburkan hartamu secara boros. Sesungguhnya orang-orang yang boros
itu adalah saudara-saudara setan." (QS. Al-Isra’: 26-27)
Pemborosan ini tidak hanya
merugikan diri sendiri, tetapi juga menyakiti hati fakir miskin yang mungkin
kesulitan memenuhi kebutuhan pokoknya.
2. Menyia-Nyiakan Waktu
Perayaan yang berlangsung
semalaman sering kali diisi dengan hiburan yang tidak ada manfaatnya, seperti
pesta hingga larut malam, yang melalaikan ibadah seperti shalat malam atau
shalat subuh. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:
لَا تَزُولُ قَدَمَا عَبْدٍ يَوْمَ الْقِيَامَةِ حَتَّى يُسْأَلَ
عَنْ عُمُرِهِ فِيمَا أَفْنَاهُ
"Tidak akan bergeser kedua
kaki seorang hamba pada hari kiamat sampai ia ditanya tentang umurnya untuk apa
ia habiskan." (HR. At-Tirmidzi)
Hadis ini mengajarkan kepada
setiap muslim agar menjadikan waktu sebagai aset yang digunakan dengan bijak.
Menghabiskan umur dalam perkara yang sia-sia, seperti perayaan tanpa manfaat,
akan menjadi sumber penyesalan di akhirat. Oleh karena itu, seorang muslim
harus selalu menjaga amal dan memanfaatkan waktunya untuk hal-hal yang
mendekatkan diri kepada Allah, karena setiap detik hidup adalah investasi untuk
kehidupan yang kekal.
3. Melakukan Perbuatan yang Haram
Banyak pula yang terjerumus dalam
perbuatan haram seperti mabuk-mabukan, campur-baur antara laki-laki dan
perempuan tanpa batas, hingga maksiat lainnya yang dilarang dalam Islam.
Padahal, Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ
"Barang siapa yang menyerupai
suatu kaum, maka dia termasuk golongan mereka." (HR. Abu Dawud)
Merayakan akhir tahun dengan cara
yang menyerupai tradisi orang-orang non-Muslim yang melalaikan syariat Islam
merupakan hal yang harus dihindari.
Dampak Negatif Israf dalam
Perayaan Akhir Tahun
Sikap israf dalam perayaan
akhir tahun tidak hanya merugikan individu tetapi juga masyarakat secara luas.
Berikut beberapa dampaknya:
1. Kerugian Finansial
Pemborosan harta pada hal-hal yang
tidak bermanfaat mengakibatkan ketidakseimbangan ekonomi pribadi dan keluarga.
2. Jauh dari Keberkahan
Segala bentuk aktivitas yang
melampaui batas akan menjauhkan seseorang dari rahmat dan keberkahan Allah.
Rasulullah sallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
إِنَّ اللَّهَ كَرِهَ لَكُمْ ثَلَاثًا قِيلَ وَقَالَ وَإِضَاعَةَ
الْمَالِ وَكَثْرَةَ السُّؤَالِ
"Allah membenci untuk kalian
tiga hal: "Orang yang menyampaikan setiap hal yang didengarnya,
menyia-nyiakan harta dan (terlalu) banyak bertanya". (HR. Al-Bukhari
&Muslim)
3. Kerusakan Sosial
Perayaan yang tidak terkendali
sering kali menyebabkan kerusakan moral, meningkatnya kejahatan, dan gangguan
keamanan masyarakat.
Panduan Islam dalam Menghadapi
Akhir Tahun
Sebagai Muslim, penting bagi kita
untuk mengisi waktu akhir tahun dengan aktivitas yang bermanfaat dan
mendekatkan diri kepada Allah. Beberapa panduan berikut dapat menjadi renungan:
1. Bersyukur atas Nikmat Allah
Renungkan semua nikmat yang telah
Allah berikan sepanjang tahun dan perbanyak istighfar atas kesalahan yang telah
diperbuat. Allah ta’ala berfirman:
لَئِنْ شَكَرْتُمْ لَأَزِيدَنَّكُمْ وَلَئِنْ كَفَرْتُمْ إِنَّ
عَذَابِي لَشَدِيدٌ
"Jika kalian bersyukur,
niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu. Tetapi jika kamu mengingkari
(nikmat-Ku), maka sesungguhnya azab-Ku sangatlah pedih." (QS. Ibrahim: 7)
2. Melakukan Muhasabah Diri
Akhir tahun adalah waktu yang
tepat untuk introspeksi diri, mengevaluasi amal perbuatan, dan merencanakan
perbaikan untuk masa depan.
3. Menghidupkan Malam dengan
Ibadah
Daripada terlibat dalam perayaan
yang sia-sia, sebaiknya manfaatkan malam akhir tahun dengan ibadah seperti qiyamullail,
membaca Al-Quran, atau menghadiri majelis ilmu.
4. Bersedekah
Jika memiliki kelebihan harta,
gunakan untuk bersedekah kepada fakir miskin. Rasulullah sallallahu ‘alaihi
wa sallam bersabda:
الصَّدَقَةُ تُطْفِئُ الْخَطِيئَةَ كَمَا يُطْفِئُ الْمَاءُ النَّارَ
"Sedekah itu memadamkan dosa
sebagaimana air memadamkan api." (HR. At-Tirmidzi)
5. Mempererat Silaturahmi
Gunakan momen akhir tahun untuk
mempererat hubungan keluarga dan sahabat dengan cara yang sesuai syariat, seperti
mengadakan pertemuan yang diisi dengan pengajian atau diskusi islami.
Penutup
Islam memandang israf sebagai
perilaku yang tidak hanya merugikan diri sendiri tetapi juga menyalahi
prinsip-prinsip ajaran agama. Oleh karena itu, setiap Muslim harus berupaya
menjauhi sikap berlebihan dalam segala hal, termasuk dalam perayaan akhir
tahun. Jadikanlah waktu yang tersisa sebagai momen untuk mendekatkan diri
kepada Allah, memperbaiki amal, dan meraih keberkahan-Nya. Dengan demikian,
akhir tahun bukan menjadi ajang hura-hura, melainkan sarana untuk meningkatkan
kualitas iman dan takwa kita.
Diterjemahkan dan diringkas di Singosari, Malang, Jawa timur,
Indonesia
Senin 6 Rajab 1445 H (6 Januari 2025 M)
Oleh: Ery Santika Adirasa, S.ST, M.Ag.
Editor: Iskandar Zulqarnain, B.A., M.A.
Artikel hukumpolitiksyariah.com
hukum perayaan akhir tahun dalam Islam hukum perayaan tahun baru menurut Islam hukum mengucapkan selamat tahun baru hukum mengucapkan selamat natal hukum tahun baru hukum natalan hukum selamat natal peringatan terhadap pemborosan boros menurut islam arti israf larangan israf

Komentar
Posting Komentar