Langsung ke konten utama

Hadis Menghindari Dosa dalam Sendirian

 


Rasulullah Saw bersabda:

مَا كَرِهَ اللَّهُ مِنْكَ شَيْئًا، فَلَا تَفْعَلْهُ إِذَا خَلَوْتَ

“Apa yang Allah benci darimu, maka janganlah Engkau lakukan ketika Engkau sendirian.” (HR. Ibnu Hibban)

Penjelasan Hadis

Pengertian Umum:

   - Hadits ini mengajarkan tentang pentingnya konsistensi dalam berperilaku baik, baik di hadapan orang lain maupun saat sendirian.

   - Menunjukkan bahwa ketakwaan sejati adalah ketika seseorang tetap menjauhi perbuatan yang dibenci Allah meskipun tidak ada yang melihat.

Makna “Apa yang Allah benci”:

   - Segala bentuk perbuatan dosa dan maksiat yang dilarang oleh Allah.

   - Termasuk perbuatan yang merugikan diri sendiri atau orang lain, baik secara fisik, mental, maupun spiritual.

Konteks "Ketika Sendirian":

   - Menekankan bahwa kejujuran dan integritas seseorang diuji ketika tidak ada orang lain yang mengawasi.

   - Mengingatkan bahwa Allah selalu melihat dan mengetahui segala perbuatan hamba-Nya, baik yang tampak maupun yang tersembunyi.

Pentingnya Kesadaran Diri:

   - Hadits ini mendorong umat Islam untuk selalu sadar akan kehadiran Allah dalam setiap aspek kehidupan.

   - Mengajarkan untuk selalu introspeksi dan menjaga diri dari perbuatan yang tidak diridhai Allah.

Implementasi dalam Kehidupan Sehari-hari:

   - Menghindari perbuatan dosa seperti berbohong, mencuri, atau melakukan hal-hal yang merugikan orang lain, meskipun tidak ada yang melihat.

   - Selalu berusaha untuk melakukan kebaikan dan menjauhi keburukan dalam setiap kesempatan.

Hubungan dengan Ketakwaan:

   - Ketakwaan bukan hanya tentang ibadah yang tampak seperti salat dan puasa, tetapi juga tentang menjaga diri dari perbuatan dosa dalam situasi apapun.

   - Menunjukkan bahwa ketakwaan sejati adalah ketika seseorang tetap berbuat baik dan menjauhi keburukan meskipun dalam kesendirian.

Semoga penjelasan ini bermanfaat dan dapat meningkatkan pemahaman kita tentang pentingnya menjaga diri dari perbuatan yang dibenci Allah, baik di hadapan orang lain maupun saat sendirian.

Diterjemahkan dan diringkas di Singosari, Malang, Jawa timur, Indonesia
Senin 17 Muharram 1446 H (22 Juli 2024 M)

Oleh: Ery Santika Adirasa, S.ST, M.Ag.

Artikel hukumpolitiksyariah.com

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemuliaan Kota Makkah

  Kota Makkah Al Mukarramah yang terletak di Jazirah Arab ini merupakan tempat terbaik di muka bumi, negeri yang paling dicintai Allah s.w.t. Makkah tempat kelahiran Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam, beliau tumbuh besar di sana hingga dewasa. Di kota ini turun wahyu pertama kepada sang Nabi melalui perantara malaikat Jibril kepadanya di Gua Hira. Cahaya Islam-pun bermula terpancar dari Makkah Al Mukarramah, lalu tersebar ke seluruh penjuru dunia. Allah s.w.t. berfirman, وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكٞ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَاۚ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ وَهُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ “Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya, dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luarnya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat t...

Bolehkah Pegawai Menerima Hadiah dari Klien?

  Penjelasan Hadis Ghulul Ghulul ( الغُلُوْلُ ) dalam artian khusus bermakna: “Mengambil harta rampasan perang (ghanimah) secara tersembunyi sebelum waktu pembagiannya”, dapat pula diartikan secara umum, ghulul ialah: “Perbuatan khianat pada urusan harta”. Memberi hadiah kepada pegawai yang bekerja pada instansi negara maupun swasta juga termasuk ghulul, jika hadiah tersebut diberikan atas dasar jabatan yang pegawai emban, bukan hadiah yang diberikan atas dasar hubungan status kekeluargaan, persahabatan atau hubungan kedekatan lainnya. [1] Syeikh Salih bin Fauzan rahimahullah ditanya tentang hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, هَدَايَا الْعمَّال غلُول “Hadiah para pegawai ialah ghulul” (HR. Ahmad) Ia menjawab: “Iya, hadiah ini termasuk suap, maksud dari ( العُمَّال ) ialah pegawai yang bekerja (pada sebuah tempat). Maka tidak boleh dia menerima hadiah dari klien/nasabah/pengunjung atau siapapun yang memiliki urusan, termasuk pula bagi mereka yang bertugas mengumpul...

Keutamaan Kota Madinah

  Kota Madinah Al Munawwarah yang terletak di Jazirah Arab ini merupakan ibu kota pertama pilihan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk umat Islam. Kota ini merupakan tempat turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, turunnya malaikat Jibril kepadanya, kekhalifahan pertama berdiri, bertemunya kaum Muhajirin dan Anshar, jihad pertama ditegakkan, sumber teresbarnya cahaya hidayah, rumah hijrah Nabi beserta para sahabatnya, di sanalah beliau hidup hingga akhir hayatnya, di sanalah beliau dikubur dan akan dibangkitkan kembali shallallahu ‘alaihi wasallam . Kota Madinah dianugerahi keutamaan dan kemuliaan oleh Allah subhanahu wata’ala dengan berbagai kekhususan, diantaranya: 1.       Madinah Tempat Terbaik di Muka Bumi setelah Mekah. Kota Madinah yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah ini merupakan termpat terbaik setelah Kota Mekah, sebagaimana disampaikan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diusir oleh kaum kafir Quraisy ...