Langsung ke konten utama

Kitab Penting Hukum & Politik Syariah

Dasar dari Hukum & Politik Syariah adalah Al Qur'an dan As Sunnah (Teladan Rasulullah sallallahu 'alaihi wasallam dan Khulafaurrasyidin radhiyallahu 'anhum). Kendati demikian seorang muslim memerlukan arahan supaya bisa memahami dengan baik dan benar kedua pusaka suci ini. Petunjuk ulama ada yang bersumber dari lisan dan ada pula yang tertuang dalam kitab-kitab berbentuk coretan pena bersama tinta emas mereka.

Terdapat banyak sekali kitab Islami tentang Ilmu Hukum & Politik Syariah yang menjadi rujukan kaum muslimin sejak masa lampau hingga sekarang, terutama kitab para ulama Ahlussunnah Wal Jama'ah terdahulu (salaf) seperti kitab Al-Kharaaj karya Imam Abu Yusuf Al-Hanafi (w: 182 H), kitab Aqdhiyaturrasul Shallallahu 'Alaihi Wasallam karya Imam Al-Qurtubi (w: 497 H), Ahkaam Ahli Dzimmah karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah (w: 751), dan masih banyak kitab penting lainnya.

Kendati demikian ada tujuh kitab yang disyaratkan oleh pihak Universitas Islam Madinah untuk dibaca sebagai materi ujian masuk strata Master (S2) jurusan Undang-undang dan Hukum (Al-Andzimah Waddiraasaat Al-Qadha'iyyah) selama beberapa tahun dan bisa dirubah setiap tahunnya (Dahulu bernama fakultas Hukum & Politik Syariah (Al-Qadha' wa As-Siyasah As-Syar'iyyah)). Hal ini mengindikasikan akan keurgensian kitab-kitab ini untuk dibaca oleh para penuntut ilmu sebagai sandaran Ilmu Hukum & Politik Islam, karena untuk menyeleksi kitab-kitab yang akan diujikan diperlukan kajian dan diskusi yang mendalam dari para ahli baik dari kalangan ulama maupun cendekiawan khususnya di Kota Madinah An-Nabawiyyah. Berikut judul kitab dan pengarangnya:

  1. Al-Ahkàm As-Sulthoniyyah karya Imam Al-Màwardi (w: 450 H).
  2. As-Siyasah As-Syar'iyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah (w: 728 H).
  3. At-Thuruq Al-Hukmiyyah karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah (w: 751 H).
  4. Tàrikh Al-Qodho' fil Islàm karya Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaily.
  5. Tharaiqul Hukm karya Dr. Said Az-Zahrony.
  6. Ad-Da'wa Al-Qodhoiyyah karya Dr. Adnàn Ad-Daqilaan.
  7. Syarh Nidzom Al-Qodho' Waddiiwan Al-Madzólim karya Dr. Abdul Qadir As-Syaikhaly.
  8. Al-Mabadi' Al-Qodhoiyyah Fi As-Syariah Al-Islamiyah karya Dr. Husein Alu Syaikh.
  9. Al-Madkhal Ila As-Siyasah As-Syar'iyyah karya Dr. Abdul 'Al Uthwah.

Selain tujuh kitab yang dijadikan sebagai modul untuk ujian masuk strata Master (S2) juga terdapat lima kitab wajib bagi para mahasiswa yang ingin mengikuti ujian masuk strata Doktoral (S3) jurusan Undang-undang dan Hukum Syariah Universitas Islam Madinah, yaitu:

  1. Raudhatul Qudhat Wa Thariqunnajaat karya Ibnu As-Samnani (w: 499).
  2. Al-Mughny karya Ibnu Qudamah (w: 620), bab Al-Qadha sampai Al-Bayyinaat.
  3. Adabul Qadha karya Ibnu Abiddam (w: 642 H).
  4. Tabshiratul Hukkam Fi Ushulil Aqhdhiyati Wa Manahijul Ahkam karya Ibnu Farhun (w: 799).
  5. Taushif Al Aqhdiyah karya Abdullah bin Muhammad bin Sa'ad Al-Khinnin.
  6. Nadzoriyatud Da'wa Baina As-Syariah Al-Islamiyah Wa Qanun Al-Murafa'at karya Prof. Dr. Muhammad Naim Yasin.
  7. Wasailul Itsbat Fi As-Syariah Al-Islamiyah karya Prof. Dr. Muhammad Az-Zuhaili.

Kitab-kitab yang tersebut di atas merupakan kitab Hukum & Politik Syariah pilihan dari berbagai mazhab fiqih. Seperti kitab Al-Kharraj yang pengarangnya bermazhab Hanafi, Tabshiratul Hukkam Fi Ushulil Aqhdhiyati Wa Manahijul Ahkam pengarangnya bermazhab Maliki, Al-Ahkàm As-Sulthoniyyah pengarangnya bermazhab Syafi'i atau  At-Thuruq Al-Hukmiyyah yang pengarangnya bermazhab Hanbali. Diantara kitab-kitab tersebut ada yang khusus membahas tentang Hukum Islam, Politik Syariah atau yang menggabungkan kedua seni Hukum & Politik dalam satu judul kitab. Seperti kitab Tharaiqul Hukm karya Dr. Said Az-Zahrony yang hanya membahas Hukum, kitab As-Siyasah As-Syar'iyyah karya Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah yang hanya membahas Politik Syariah, atau kitab At-Thuruq Al-Hukmiyyah karya Ibnu Qoyyim Al-Jauziyyah yang berisi keduanya yaitu Hukum dan Politik.

Universitas Islam Madinah - Kerajaan Arab Saudi
Kamis, 27 Muharram 1441 H (26 September 2019)
Oleh: Iskandar Alukal, B.A., M.A.

Artikel hukumpolitiksyariah.com

 buku hukum Islam buku politik Islam rujukan hukum Islam rujukan politik Islam kitab hukum kitab politik rujukan hukum dan politik Islam

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemuliaan Kota Makkah

  Kota Makkah Al Mukarramah yang terletak di Jazirah Arab ini merupakan tempat terbaik di muka bumi, negeri yang paling dicintai Allah s.w.t. Makkah tempat kelahiran Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam, beliau tumbuh besar di sana hingga dewasa. Di kota ini turun wahyu pertama kepada sang Nabi melalui perantara malaikat Jibril kepadanya di Gua Hira. Cahaya Islam-pun bermula terpancar dari Makkah Al Mukarramah, lalu tersebar ke seluruh penjuru dunia. Allah s.w.t. berfirman, وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكٞ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَاۚ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ وَهُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ “Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya, dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luarnya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat t...

Bolehkah Pegawai Menerima Hadiah dari Klien?

  Penjelasan Hadis Ghulul Ghulul ( الغُلُوْلُ ) dalam artian khusus bermakna: “Mengambil harta rampasan perang (ghanimah) secara tersembunyi sebelum waktu pembagiannya”, dapat pula diartikan secara umum, ghulul ialah: “Perbuatan khianat pada urusan harta”. Memberi hadiah kepada pegawai yang bekerja pada instansi negara maupun swasta juga termasuk ghulul, jika hadiah tersebut diberikan atas dasar jabatan yang pegawai emban, bukan hadiah yang diberikan atas dasar hubungan status kekeluargaan, persahabatan atau hubungan kedekatan lainnya. [1] Syeikh Salih bin Fauzan rahimahullah ditanya tentang hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, هَدَايَا الْعمَّال غلُول “Hadiah para pegawai ialah ghulul” (HR. Ahmad) Ia menjawab: “Iya, hadiah ini termasuk suap, maksud dari ( العُمَّال ) ialah pegawai yang bekerja (pada sebuah tempat). Maka tidak boleh dia menerima hadiah dari klien/nasabah/pengunjung atau siapapun yang memiliki urusan, termasuk pula bagi mereka yang bertugas mengumpul...

Keutamaan Kota Madinah

  Kota Madinah Al Munawwarah yang terletak di Jazirah Arab ini merupakan ibu kota pertama pilihan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk umat Islam. Kota ini merupakan tempat turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, turunnya malaikat Jibril kepadanya, kekhalifahan pertama berdiri, bertemunya kaum Muhajirin dan Anshar, jihad pertama ditegakkan, sumber teresbarnya cahaya hidayah, rumah hijrah Nabi beserta para sahabatnya, di sanalah beliau hidup hingga akhir hayatnya, di sanalah beliau dikubur dan akan dibangkitkan kembali shallallahu ‘alaihi wasallam . Kota Madinah dianugerahi keutamaan dan kemuliaan oleh Allah subhanahu wata’ala dengan berbagai kekhususan, diantaranya: 1.       Madinah Tempat Terbaik di Muka Bumi setelah Mekah. Kota Madinah yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah ini merupakan termpat terbaik setelah Kota Mekah, sebagaimana disampaikan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diusir oleh kaum kafir Quraisy ...