Langsung ke konten utama

Persaudaraan Sesama Muslim dan Keutamaannya

 


Persaudaraan ialah sebuah ikatan darah yang menjadikan seseorang memiliki hak yang tak terbatas dari saudaranya, serta kewajiban yang tak terhitung. Akan tetapi persaudaraan sesama mukmin memiliki pengertian berbeda dengan persaudaraan sedarah, sehingga memiliki arti yang lebih agung, makna yang lebih mulia, hubungan yang lebih luas, dan berbeda dari hubungan kekerabatan nasab.

Persaudaraan seiman diikat dengan sesuatu yang lebih suci, yaitu ketuhanan, dengan tujuan untuk memperoleh rida ilahi dan surga. Persaudaraan dan rasa cinta karena Allah swt. menjadikan orang kaya saudara dari yang fakir tanpa rasa sombong, yang berkulit putih saudara dari yang berkulit hitam tanpa perbedaan, orang yang bebas saudara dari budak tanpa keberpihakan. Allah swt. berfirman,

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Orang-orang beriman itu sesungguhnya bersaudara” (QS. Al Hujurat: 10)

Persaudaraan seiman yang ikhlas dilakukan karena Allah swt. akan dijanjikan dengan balasan surga di akhirat kelak; karena dilakukan berdasarkan akhlak di dunia. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda,

سبعة يظلهم الله في ظله يوم لا ظل إلا ظله: إمام عادل، وشاب نشأ في عبادة الله، ورجل قلبه معلَّق بالمساجد، ورجلان تحابَّا في الله اجتمعا عليه وتفرقا عليه، ورجل دعتْه امرأة ذات منصب وجمال، فقال: إني أخاف الله، ورجل تصدق بصدقة فأخفاها حتى لا تعلم شماله ما تنفق يمينه، ورجل ذكر الله خاليًا ففاضت عيناه

“Ada tujuh golongan yang akan dinaungi oleh Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naunganNya, yaitu: Pemimpin yang adil, pemuda yang tumbuh dewasa dengan beribadah kepada Allah, orang yang hatinya selalu tergantung dengan masjid-masjid, dua orang yang saling mencintai karena Allah, bertemu dan berpisah karenaNya, lelaki yang diajak oleh wanita cantik nan bermartabat (untuk berzina) lalu (menolak dan) berkata “Sungguh aku takut kepada Allah”, lelaki yang bersedekah (secara sembunyi) hingga tangan kirinya sendiri tidak tahu apa yang dia sedekahkan, dan lelaki yang sendirian mengingat Allah, lalu kedua matanya menangis” [HR. Muttafaqun ‘Alaih]

Mencintai muslim yang lain karena Allah merupakan salah satu tingkatan persaudaraan Islam yang dengannya pasti mendapatkan rida Allah, para malaikatNya, Rasul dan syuhada. Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, bersabda,

حول العرش منابرُ من نور، عليها قوم لباسُهم نور، ووجوههم نور، ليسوا بأنبياء ولا شهداء، يغبطهم النبيون والشهداء))، قالوا: صِفهم لنا يا رسول الله، فقال: ((المتحابون في الله، والمتجالسون في الله، والمتزاورون في الله

“Di sekitar Arasy terdapat mimbar-mimbar yang terbuar dari cahaya, di atasnya ada kaum yang pakaiannya dari cahaya, wajah mereka cahaya, mereka bukan para Nabi dan syuhada’, dikelilingi oleh para Nabi dan syuhada’.” Mereka (para sahabat) bertanya: “Sifatkanlah tentang mereka kepada kami wahai Rasulullah.” Maka beliau bersabda: “Mereka adalah yang saling mencintai karena Allah, mereka duduk bersama karena Allah, dan saling mengunjungi karena Allah.” [HR. Muslim, no. 2598, sohih]

Allah subhanahu wa ta’ala memerintahkan umat Islam untuk bersatu dan tidak bercerai berai, Allah swt. berfirman,

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا وَاذْكُرُوا نِعْمَتَ اللَّهِ عَلَيْكُمْ إِذْ كُنْتُمْ أَعْدَاءً فَأَلَّفَ بَيْنَ قُلُوبِكُمْ فَأَصْبَحْتُمْ بِنِعْمَتِهِ إِخْوَانًا وَكُنْتُمْ عَلَى شَفَا حُفْرَةٍ مِنَ النَّارِ فَأَنْقَذَكُمْ مِنْهَا كَذَلِكَ يُبَيِّنُ اللَّهُ لَكُمْ آيَاتِهِ لَعَلَّكُمْ تَهْتَدُونَ

“Dan berpeganglah kamu semuanya kepada tali (agama) Allah, dan janganlah kamu bercerai berai, dan ingatlah akan nikmat Allah kepadamu ketika kamu dahulu (masa Jahiliyah) bermusuh-musuhan, maka Allah mempersatukan hatimu, lalu menjadilah kamu karena nikmat Allah, orang-orang yang bersaudara; dan kamu telah berada di tepi jurang neraka, lalu Allah menyelamatkan kamu dari padanya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya kepadamu, agar kamu mendapat petunjuk.”(QS. Ali Imran: 103)

Ukhuwah Islamiah (persaudaraan sesama muslim) bisa direalisasikan dengan beberapa cara, diantaranya:

1.      Saling menolong.

Seorang muslim tidaklah menzalimi muslim yang lain, bahkan menjauhkan segala sesuatu yang bisa menjadi sebab kezaliman terhadap mereka. Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

انْصُرْ أخاكَ ظالِمًا أوْ مَظْلُومًا فقالَ رَجُلٌ: يا رَسولَ اللَّهِ، أنْصُرُهُ إذا كانَ مَظْلُومًا، أفَرَأَيْتَ إذا كانَ ظالِمًا كيفَ أنْصُرُهُ؟ قالَ: تَحْجُزُهُ، أوْ تَمْنَعُهُ، مِنَ الظُّلْمِ فإنَّ ذلكَ نَصْرُهُ

“Tolonglah saudaramu dalam keadaan zalim atau terzalimi. Maka seorang lelaki bertanya: “Hai Rasulullah, saya menolongnya jika dalam keadaan terzalimi, lalu bagaimana jika dalam keadaan menzalimi?” Maka Nabi bersabda: “Engkau halangi, atau larang dia dari berbuat zalim, maka itulah (cara) menolongnya.” (HR. Bukhari, no. 6952, sahih)

2.      Saling menyayangi.

Yaitu dengan menjadi masyarakat muslim yang saling menyayangi, bersama seperti satu bangunan yang berdiri di atas cinta dan kasih sayang, jauh dari kelicikan dan keburukan. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

مثلُ المؤمنين في تَوادِّهم، وتَرَاحُمِهِم، وتعاطُفِهِمْ. مثلُ الجسَدِ إذا اشتكَى منْهُ عضوٌ تدَاعَى لَهُ سائِرُ الجسَدِ بالسَّهَرِ والْحُمَّى

“Perumpamaan orang-orang yang beriman dalam rahmat dan berkasih sayang ibarat satu bangunan, jika satu anggota badan sakit, maka seluruh tubuh ikut mengeluh dengan tidak bisa tidur dan demam.” (HR. Bukhari, no. 6011 & Muslim, no. 2586)

3.      Saling membantu.

Allah swt. memerintahkan kaum mukminin untuk saling tolong menolong sesama mereka dalam kebaikan dan takwa. Allah swt. berfirman,

وَتَعَاوَنُوا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوَى وَلَا تَعَاوَنُوا عَلَى الْإِثْمِ وَالْعُدْوَانِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran” (QS. Al Maidah: 2)

4.      Saling menasehati.

Allah ta’ala berfirman,

وَٱلۡعَصۡرِ إِنَّ ٱلۡإِنسَٰنَ لَفِي خُسۡرٍ إِلَّا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ وَعَمِلُواْ ٱلصَّٰلِحَٰتِ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلۡحَقِّ وَتَوَاصَوۡاْ بِٱلصَّبۡرِ

(1) Demi masa. (2) Sesungguhnya manusia itu benar-benar dalam kerugian. (3) Kecuali orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh dan nasehat menasehati supaya mentaati kebenaran dan nasehat menasehati supaya menetapi kesabaran. (QS. Al ‘Ashr: 1-3)

Diterjemahkan dan diringkas di Universitas Islam Madinah
Kamis, 2 Rajab 1443 H (3 Februari 2022 M)

Oleh: Iskandar Alukal, B.A., M.A.

Artikel hukumpolitiksyariah.com

ayat ukhuwah islamiyah kewajiban berukhuwah Islamiyah anjuran memperkuat ukhuwah Islamiyah ayat persaudaraan sesama muslim hadit muslim adalah saudara ikatan sesama muslim

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Kemuliaan Kota Makkah

  Kota Makkah Al Mukarramah yang terletak di Jazirah Arab ini merupakan tempat terbaik di muka bumi, negeri yang paling dicintai Allah s.w.t. Makkah tempat kelahiran Nabi Muhammad sallallahu ‘alaihi wasallam, beliau tumbuh besar di sana hingga dewasa. Di kota ini turun wahyu pertama kepada sang Nabi melalui perantara malaikat Jibril kepadanya di Gua Hira. Cahaya Islam-pun bermula terpancar dari Makkah Al Mukarramah, lalu tersebar ke seluruh penjuru dunia. Allah s.w.t. berfirman, وَهَٰذَا كِتَٰبٌ أَنزَلۡنَٰهُ مُبَارَكٞ مُّصَدِّقُ ٱلَّذِي بَيۡنَ يَدَيۡهِ وَلِتُنذِرَ أُمَّ ٱلۡقُرَىٰ وَمَنۡ حَوۡلَهَاۚ وَٱلَّذِينَ يُؤۡمِنُونَ بِٱلۡأٓخِرَةِ يُؤۡمِنُونَ بِهِۦۖ وَهُمۡ عَلَىٰ صَلَاتِهِمۡ يُحَافِظُونَ “Dan ini (Al Quran) adalah kitab yang telah Kami turunkan yang diberkahi; membenarkan kitab-kitab yang (diturunkan) sebelumnya, dan agar kamu memberi peringatan kepada (penduduk) Ummul Qura (Makkah) dan orang-orang yang di luarnya. Orang-orang yang beriman kepada adanya kehidupan akhirat t...

Bolehkah Pegawai Menerima Hadiah dari Klien?

  Penjelasan Hadis Ghulul Ghulul ( الغُلُوْلُ ) dalam artian khusus bermakna: “Mengambil harta rampasan perang (ghanimah) secara tersembunyi sebelum waktu pembagiannya”, dapat pula diartikan secara umum, ghulul ialah: “Perbuatan khianat pada urusan harta”. Memberi hadiah kepada pegawai yang bekerja pada instansi negara maupun swasta juga termasuk ghulul, jika hadiah tersebut diberikan atas dasar jabatan yang pegawai emban, bukan hadiah yang diberikan atas dasar hubungan status kekeluargaan, persahabatan atau hubungan kedekatan lainnya. [1] Syeikh Salih bin Fauzan rahimahullah ditanya tentang hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, هَدَايَا الْعمَّال غلُول “Hadiah para pegawai ialah ghulul” (HR. Ahmad) Ia menjawab: “Iya, hadiah ini termasuk suap, maksud dari ( العُمَّال ) ialah pegawai yang bekerja (pada sebuah tempat). Maka tidak boleh dia menerima hadiah dari klien/nasabah/pengunjung atau siapapun yang memiliki urusan, termasuk pula bagi mereka yang bertugas mengumpul...

Keutamaan Kota Madinah

  Kota Madinah Al Munawwarah yang terletak di Jazirah Arab ini merupakan ibu kota pertama pilihan Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam untuk umat Islam. Kota ini merupakan tempat turunnya wahyu kepada Nabi Muhammad, turunnya malaikat Jibril kepadanya, kekhalifahan pertama berdiri, bertemunya kaum Muhajirin dan Anshar, jihad pertama ditegakkan, sumber teresbarnya cahaya hidayah, rumah hijrah Nabi beserta para sahabatnya, di sanalah beliau hidup hingga akhir hayatnya, di sanalah beliau dikubur dan akan dibangkitkan kembali shallallahu ‘alaihi wasallam . Kota Madinah dianugerahi keutamaan dan kemuliaan oleh Allah subhanahu wata’ala dengan berbagai kekhususan, diantaranya: 1.       Madinah Tempat Terbaik di Muka Bumi setelah Mekah. Kota Madinah yang diberkahi dan dimuliakan oleh Allah ini merupakan termpat terbaik setelah Kota Mekah, sebagaimana disampaikan oleh baginda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam ketika diusir oleh kaum kafir Quraisy ...